Kelebihan:
• Desainnya simpel, tombol tertata rapi, dan ukurannya seimbang.
• Ada tombol C untuk menghapus input sehingga memudahkan pengguna.
Kekurangan :
• Belum ada fitur history, jadi hasil perhitungan sebelumnya tidak bisa dilihat
kembali.
• Tidak ada tombol akar kuadrat.
• Belum mendukung input desimal (titik/koma).
Before
After
Untuk tata letak kalkulator tidak ada yang saya ubah karena susunannya sudah rapi dan mudah dipahami. Perubahan yang saya lakukan hanya pada bagian warna. Kali ini saya memilih warna oranye, karena warna ini terlihat cerah, hangat, dan mampu memberikan kesan semangat pada tampilan
Warna oranye saya terapkan pada tombol operator dan tombol sama dengan (=), agar hasil perhitungan terlihat lebih menonjol dan pengguna bisa lebih mudah membedakan antara tombol angka dan tombol operator. Sedangkan tombol angka tetap saya biarkan dengan warna dasar yang lebih lembut supaya fokus utama tetap pada operator dan hasil.
Selain itu, saya juga menambahkan efek hover dan shadow berwarna oranye agar ketika tombol ditekan tampilannya lebih interaktif dan tidak monoton. Dengan begitu, kalkulator terlihat lebih menarik sekaligus tetap nyaman digunakan
Saat dilakukan uji coba dengan memasukkan input yang tidak biasa, misalnya 10 ÷ 0, kalkulator awalnya menampilkan hasil Infinity. Hal ini bisa membingungkan bagi sebagian pengguna karena istilah “Infinity” tidak menjelaskan secara jelas penyebab errornya
Sebagai solusi, saya menambahkan error handling sehingga ketika pengguna membagi sebuah bilangan dengan nol, kalkulator tidak lagi menampilkan "Infinity", melainkan pesan:
👉 "Bilangan yang dibagi 0 tetap 0"
Tujuannya agar pengguna lebih mudah memahami kesalahan input, serta menghindari kebingungan dalam penggunaan kalkulator. Dengan pesan ini, sistem menjadi lebih user-friendly karena memberikan informasi yang sesuai konteks.
.jpeg)





.jpeg)







.jpeg)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar